Selasa, 18 Oktober 2011

" Menebar Benih Kebaikan Menuai Buah Pahala "



Beberapa malam yang lalu, saat aku sudah dibuai mimpi, aku dikejutkan suara dering Hp yang berbunyi. Ternyata datangnya dari salah seorang adik sepupu dikampung yang memberitahukan sedang berada di asrama haji dan mohon pamit serta doa karena yang bersangkutan segera akan berangkat haji bersama jamaah calon haji dari kloter Penajam Paser Utara, sedangkan ongkos naik haji sepenuhnya dibiayai oleh Pemerintah Kabupaten.
Terkesima dan agak terkejut demikian muncul seketika reaksi mendengar pemberitahuan ini, rasanya tidak percaya dan tidak mungkin yang bersangkutan dapat berangkat menunaikan haji, karena dilihat dari sisi kemampuan finansial sangatlah tidak memenuhi kreteria sebagai orang yang mampu. Yang bersangkutan sehari-harinya berfropesi sebagai tukang atau petugas mengurus jenazah yaitu memandikan dan mengafani mayat dengan menerima imbalan berupa kain atau sarung bekas si mayit ditambah sedikit uang lelah sekedarnya. Selain itu apabila tidak ada job mengurus jenazah sekali-sekali yang bersangkutan menjadi tukang ojek dengan menggunakan motor bututnya.
Beberapa saat setelah hilang rasa keterkejutan menerima kabar yang menggembirakan tersebut, aku merenung dan terbesitlah rasa syukur kepada Yang Maha Kuasa dan Maha Berkehendak Allah Subhanahu Ta’ala. Apabila Ia berkehendak akan sesuatu, maka pasti terjadi dan tidak ada kekuatan apapun juga yang dapat menghalanginya. Apabila Ia hendak memberikan kebaikan atau memberikan kemudharatan kepada seseorang tidaklah ada yang dapat menghalanginya.
Teringat aku apa yang difirmankan Allah Subhanahu Ta’ala seperti yang termaktub dalam al-Qur’an :
وَإِن يَمْسَسْكَ اللّهُ بِضُرٍّ فَلاَ كَاشِفَ لَهُ إِلاَّ هُوَ وَإِن يُرِدْكَ بِخَيْرٍ فَلاَ رَآدَّ لِفَضْلِهِ يُصَيبُ بِهِ مَن يَشَاء مِنْ عِبَادِهِ وَهُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ
‘Jika Allah menimpakan sesuatu kemudharatan kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu, maka tak ada yang dapat menolak kurniaNya. Dia memberikan kebaikan itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.’ ( QS. Yunus : 107 )

Berkaitan dengan berangkatnya tukang urus jenazah menunaikan ibadah haji tersebut diatas tiada lain adalah sebagai salah satu contoh kecil wujud dari ayat tersebut diatas, dimana Allah memberikan kebaikan untuk seseorang yang tentunya tidak lain juga sebagai wujud dari balasan langsung didunia atas apa yang telah diperbuat oleh seseorang berupa kebaikan dengan ikhlas.

Balasan Allah Ta’ala berupa kebaikan dengan diberinya peluang melakukan ibadah haji melalui tangan lain dalaal ini Pemerintah tentunya tidak terlepas dari apa yang telah dikerjakan oleh yang bersangkutan selama ini sebagai profesi yang sangat tidak diminati banyak orang dan hanya mau dilakukan oleh segelintir orang yang ikhlas mengadikan hidupnya untuk menolong sesama manusia dan menggugurkan kewajiban sesama muslim berupa kewajiban fardhu kifayah. Bayangkan, andaikan tidak ada seorangpun diantara penduduk suatu kampung yang mau mengurus jenazah dengan memandikan kemudian memberikan kain kafan, maka seluruh penduduk kampung akan memikul dosanya.

Secara jujur, aku merasa iri hati kepada saudaraku yang menjadi petugas mengurus jenazah, karena berapa banyak jenazah yang dimandikan serta dikafankan dan betapa banyak pahala yang akan diperolehnya. Betapa banyak orang-orang yang dibantunya secara ikhlas tanpa mengharapkan imbalan, betapa banyak kebaikan yang dia tanamkan . Aku patut iri kepadanya karena sementara ini aku belum mampu menanamkan kebaikan dengan menolong orang lain. Dan kita seharusnya iri hati kepada orang-orang lain meskipun mereka orang yang miskin tetapi telah banyak berbuat kebaikan pada orang lain sekalipun ia hanya berprofesi yang tidak dilirik orang. Profesi mengurus jenazah.
Selamat menunaikan ibadah haji saudaraku, semoga menjadi haji yang mabrur.

19 Oktober 2011
( Musni Japrie )

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar