Minggu, 16 Mei 2010

SETIAP MUSLIM ADALAH DA'I

KATAKANLAH : " Inilah jalan (agama ) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata ,Maha Suci Allah , dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik ( QS. Yusuf :108).

Ayat yang turun di Makkah ini secara tegas menyatakan bahwa dakwah merupakan sunnah, jalan, dan cara hidup ( way of life ) Rasululah Shallalahu a'laihi wa sallam ,Ibnu Katsir dalam tafsirnya
menjelaskan , dengan ayat ini Allah Subhanahu wa Ta'ala menyuruh Rasululah Shallalahu a'laihi wa Sallam agar mendeglarasikan kepada jin dan manusia bahwa inilah satu-satu nya jalan beliau.Yakni, menyeru kepada tauhid .Setiap orang yang mengikuti beliau pun harus menyeru kepada apa yang diserukan beliau tsb.

Khitab (titah) ayat itu memang di tujukan kepaqda Nabi Muhammad Shallalahu a'laihi wa Sallam.Namun secara tidak lansung ,ayat itu sebenarnya juga berlaku kepada setiap imat islam.
Sehingga , sebagaipengikut beliau kaum muslimin sudah semestinya menempuh jalan itu.
Jika mereka lalai berarti mereka telah meninggalkan salah satu ajaran islam .

Sebagai pengikut Rasullulah, sudah seharusnya semua muslimin menempuh jalan yang ditempuh Rasululah Shallalahu a'laihi wa Sallam , jika mereka lalai terhadap tugas dakwah berarti mereka telah meninggalkan salah satu ajaran Islam. Dan ini berarti sebuah cacat, atau ketidak sempurnaan dalam berislam.

Untuk menamba cacat ke islaman tersebut kita harus melakukanm upaya dakwah sekaligus memiliki orientasi untuk mengarahkan setiap obyek dakwah agar bida menjadi da'i itu sendiri.Mereka setelah berkeluarga, adalah orang-orang yang ada di lingkungan tempat kita berkiprah. Yakni tetangga rumah, teman-teman tempat kerja , keluarga besar , atau jama'ah masjid temoat kita biasa menegakkan shalat.

Memang tugas dakwah secara khusus dibebankan kepada mereka yang telah memel.iki seperangkat ilmu dan keterampilan dakwah. Mereka itu adalah para ulama dan ustadz. Tugas mereka lebih luas, lebih dalam dan lebih kompleks. Ini ditegaskan dalam Al-Qur'an ; " Hendaklah di antara kalian ada sekelompok yang menyeru kepada kebaikan dan beramar ma'ruf dan mencegah dari kemunkaran . Merekalah orang-orang yang menang "( QS.Ali Imran : 104 )

Meski demikian jangan diartikan bahwa dakwah hanya menjadi kewajiban mereka .Karena secara umum kerja besar dakwah sesungguhnya membutuhkan peran dari seluruh elemen umat.Setiap individu Muslim harus mengambil bagian sesuai dengan kemampuannya dalam dakwah.

Jangan sepelekan sekecil apapun amalan yang bisa mengantarkan pada terwujudnya dakwah.Membuat undangan pengajian dan mengantarkan ketujuan adalah dakwah. Menyiapkan kursi dan tempat pengajian juga dakwah.Menghidangkan konsumsinya pun termasuk dakwah.Mengajak teman atau kerabat kemajelis tarbiyah jelas bernilai dakwah. Bahkan, menyambut tamu undangan dengan senyum dan sapapun sudah berdakwah . Individu muslim mana yang tidak bisa menjalankan semua ini.

Intinya, usahakan setiap langkah kita bernilai dakwah, mengajak orang pada jalan Allah. Sekecil apapun peluangnya, ajaklah orang lain kepada kebaikan lalu arahkan menjadi penggerak dakwah sebagaimana yang kita lakukan. Jadikanlah setiap orang disekeliling kita, dimanapun kita berada ,menjadi para pengusung .

Tentu saja bukan sembarang dakwah. Tapi harus dakwah yang integral meliputi prinsip, materi, metode, serta seluruh sistemnya sesuai dengan manhaj dakwah Rasululah Shallalahi a'laihi wa Sallam.

Kita harus termotivasi bukan hanya untuk b erdakwah tapi juga untuk menciptakan dakwah itu sendiri. Apalagi tidak ada ajakan yang lebih baik melebihi dakwah. Allah berfirman : " Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kejalan Allah, beramah shalih dan berkata : " Sesungguhnya aku termasuk orang yang menyerahkan diri " ( QS. Fushshilat : 33 )

Bukankah setiap muslim mengharapkan kebaikan yang paling tinggi?. Ternyata kebaikan itu tidak jauh .Ia ada dalam dakwah. Hebatnya lagi, untuk menjalankannya ternyata mudah. Bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja.

Maka mulailah dari sekarang ,obyek dakwah dilingkungan kita : tetangga kita, tempat kerja kita ,masjid maupun keluarga besar , harus mulai kita motivasi untuk menjadi subjek aktivis dakwah itu sendiri. Wallahu A'lam bish Shawab ( Hamim Thohari )

3 Jumadil Tsani 1431 Hijrah/17 Mei 2010,
Jln Jakarta blok BB-12 Loa Bakung Samarinda.
Dikutip dari buletin lembar Jum'at al-Qalam.
.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar