Tampilkan postingan dengan label Puisi Ketuhanan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi Ketuhanan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 11 September 2011

" T A K U T "



Dalam keheningan di penghujung waktu
Tatkala malam berselimut kegelapan
Bulan tua memudar tersapu guratan awan
Renungan merayap perlahan menerawang jauh
Bertengger di pelataran padang masyhar
Tergambarkan keras dan pedihnya derita
Karena jauhnya ampunan dari-Nya

Bergetar tubuh terbawa goncangan hati
Ketakutan andaikan pinta yang ditadahkan tertolak oleh-Nya
Meneteslah titik-titik air disela-sela pelupuk mata
Hawatir andaikan istigfar tidak mau didengar oleh-Nya
Takut bila keikhlasan ternoda cinta kepada selain-Nya
Ketakutan akan ditolaknya ketaatan karena terselip ujub dan riya
Sedih mengingat kezaliman dan kemaksiatan yang lalu

Basah sajadah oleh tetesan airmata di kala fajar menyembul
Andaikan ketukan penjemput kematian sudah diambang pintu
Kehidupan ini masih tersisipi lumpur-lumpur duniawi
Bekal untuk memandang wajah-Mu hanya sebutir biji sawi
Ketakutan kepada Engkau menggayut di hati
Ketakutan bila Engkau enggan memberikan rahmat
Sungguh tidak sanggup diri ini menanggung kepedihan siksa-Mu

Bergetar persendian ini takut kepada-Mu
Mengingat amal ibadah hanyalah seberat zarah
Beban kesalahan bertumpuk menjadi gunung
Memberatkan anak timbangan dosa
Engkau Hakim Pemutus tidak mau menoleh
Tercampaklah diri ini dalam lembah api yang menyala
Hancur lebur dalam siksa berkepanjangan

Kesyukuran hanya setitik embun ditengah luasnya samudera nikmat-Mu
Amal ibadah hanyalah sebutir debu tak bernilai
Ampunan-Mu yang seluas bumi dan langit
Rahmat-Mu seluas jagat raya tak bertepi
Menghembuskan wewangian surga yang dirindukan
Menyinarkan harapanku pada-Mu.

Ujung Kota, ba’da isya 15 Syawal 1432 H/13 September 2011
( by : musni japrie )

Sabtu, 27 Agustus 2011

SURAT-SURAT CINTA



Karya : Musni Japrie

Telah kuterima surat-surat cinta- Mu
S urat-surat yang penuh dengan kata menawan
Hangat, mesra dan menggairahkan
Kata tersusun indah.lebih indah dari karya besar Sastrawan
Surat-surat cinta –Mu yang mendebarkan
Surat-surat cinta-Mu yang menjanjikan
Hari besok penuh Kebahagian dan kenikmatan
Surat-surat cinta-Mu mengingatkan
Hari besok penuh duka menyakitkan

Warna warni bunga nan harum mewangi
Kicauan burung bagaikan sebuah simfoni
Paduan keindahan dalam pelangi
Menggoda hati
Mabuk dengan secawan anggur merah dalam canda dan nyanyi
Terlupakan akan janji
Terjatuh dan terpuruklah diri

Wahai kekasihku yang paling tercinta
Aku berkhianat membagi cinta
Bercinta dengan dunia
Kepada-Mu kupalingkan wajah memelas pinta
Demi cinta-Mu tolong aku terbebas dari siksa
Hanya kepada Engkau tempat meminta
Kepada-Mu aku menyapa
Engkaulah pelabuhan terakhir tempat aku melabuhklan cinta

Samarinda, Jumat 21 Sya'ban 1432
Diposkan oleh Abu Farabi al-Banjari di 17:20
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Berbagi ke Twitter Berbagi ke Facebook Berbagi ke Google Buzz

Minggu, 21 Agustus 2011

KUBERSIMPUH




Ya Allah,tenggelamkan aku dalam Cinta-Mu,
hingga tak ada sesuatupun yang menggangguku dalam jumpa-Mu...
Ya Allah,anugerahilah aku setetes Cinta,
agar aku bisa mencintai-Mu dengan Cinta yang sesungguhnya...
Ya Allah limpahilah aku sekeranjang Rindu,
biar aku dapat mencumbu-Mu dengan seluruh jiwaku...

( Nunk Cahaya Blog )

DUHAI ALLAH



Mungkin aku memang harus mati dalam rindu yahng tak pernah terungkapkan...
Tapi aku hanya ingin mati dalam perasaan cinta ygn terdalam kepada-Mu...
Jangan biarkan aku sedetikpun berpaling dari-MU...
Karena aku akan mati dalam penyesalan yang teramat sangat...
Wahai Pembolak-balik Hati...
Jika memang hati ini milik-Mu sepenuhnya...
Aku mohon dengan sangat...
Isilah ruang-ruang yang hampa dengan segala kekaguman dan penghambaaanku pada-Mu...
Dan ketika aku jatuh cinta...
Pilihkan aku lelaki teristimewa yang membuatku semakin rindu pada-MU...
Yang membuatku semakin sering memuji keagungan-Mu...
Karena aku mencintainya...
Hanya karena-MU...
Duhai Robbi penguasa hati...
Percayalah...
kau menempati hampir seluruh ruang sukmaku...
Hanya ada secuil ruang yang kubiarkan kosong...
Itupun singgasana bagi pria pilihan-Mu...
Allah Robbi..
Sang Penyemai benih-benih cinta...
Ketika aku jatuh cinta...
Tanamlah ruangan tadi dengan bibit terbaik yang pernah Engkau semaikan...
Agar tumbuh cinta abadi yang sepenuhnya menuju pada cinta kami untuk-Mu...
Hindarkanlah aku dari kejamnya cinta dan tersiksanya merindu kecuali pada-Mu...
Duhai Allah...
Ketika aku kalah..
dan ketika aku patah...
Balutlah hatiku yang terbelah...
Juga terpisah-pisah...
Karena aku ingin mencintai-Mu sepenuhnya...
Baik saat aku mencinta...
Ataupun saat aku kalah...

KUINGAT ENGKAU CINTAKU



K a r y a : Musni Japrie

Dikeheningan ujung malam sepi
Kutinggalkan ranjang malam yang penuh gairah
Kubasuh jiwa dengan air sejuk menyegarkan
Aku sambut Kekasih yang turun kelangit dunia
Sujud pasrah dalam tahajud aku ingat Engkau
Aku menyebut nama-Mu cintaku
Ketika fajar menguning dikaki langit timur, aku bersujud dalam sholat subuh hanya untuk mengingat –Mu
Ketika embun pagi menggantung di ranting pepohonan dan ketika matahari sepenggalah tiada yang ku ingat selain Engkau cintaku
Aku bersujud dalam diwaktu dhuha
Kusebut lagi nama-Mu dalam zhuhur ketika matahari tergelincir,karena aku cinta Engkau cintaku.
Ketika bayang-bayang telah memanjang
Matahari condong kebarat
Aku basuh mukaku untuk bersujud dalam ashar
Ketika senja temaram tiba, warna langit merah tembaga
Suara azan telah menggema
Kuhamparkan sujud dalam waktu magrib untuk mengingat-Mu semata wahai cinta-ku
Gelap malam menghapus cahaya senja
Bintang dilangit juardi berkelip
Kupasrahkan diriku dalam bersujud di waktu isya
Tiada waktu tanpa mengingat-Mu cintaku
Tiada waktu tanpa menyebut nama-Mu
Tanpa henti mengharap ridho-Mu
Engkaulah segalanya bagiku
Engkaulah yang Maha Mendengar pintaku
Tolonglah aku wahai Cintaku untuk menggapai cinta-Mu.

Ba’da ashar, awal romadhan 1432 h

AKU RINDU WAJAH-MU


Saat tawa hilang diserang seribu bayang
Senyum jadi seolah membeku termangu pilu
Matahari tak lagi bersinar, begitu pun bulan bintang
Hembusan angin itu terhenti di tengah
detak nyawa mereka.
Dan aku takut.
Aku takut aku lupa namaMu
Seperti pada saat kuterbuai kesenangan
seperti saat rizkiMu menyentuhku
dan aku hampir melupakanMu
Aku tak mau lagi berpaling dariMu
walau sekejap mata.
Karena Kau pun tak pernah
berpaling dariku,meski bibir ini
tak mengucap kata syukur satupun
Aku sadar.
Bahwa di setiap sepi yang menghantui
Selalu ada diriMu yang setia menemani
Selalu ada suruhanMu yang menjagaku
di sisi kiri dan kanan
Rasa takut pun terhapus hilang
saat kuucap lagi namaMu yang begitu indahnya
Begitu suci, dan di setiap hurufnya
bagai tersusun dari 1000 intan dan mutiara
Aku rindu wajahMu, Ya Khalik
Aku ingin bersandar lagi di pangkuanMu
'Kan kubersihkan setiap karat
yang melekat erat di dadaku
'Kan kucuci lidah kotor ini
dan menggantinya dengan senandung ayat-ayat suciMu
Ya Rabb,namaMu akan terus bersemayam di hati
Dan ku takkan bosan
Allah Allah Allah ...
Bogor, 17 feb-08